Rabu, 03 Mei 2017

Latar Belakang Asuhan Kebidanan

ASUHAN KEBIDANAN KOPERHENSIF PADA NY.A DI KLINIK MITRA PRATAMA DUNUNG KIDUL
BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan perubahan pada tubuh secara fisiologis maupun psikologis seorang wanita, sehingga diperlukan beberapa penyesuaian terhadap perubahan tersebut (Nirwana, 2011). Pada proses kehamilan ibu hamil terjadi perubahan secara fisiologis, selain itu juga akan mengalami rasa ketidaknyaman dalam kehamilan seperti mudah lelah, keputihan, nyidam,sering buang air kecil, dan emesis gravidarum (Kusmiyati, 2009). Banyak wanita yang mengalami kesulitan dalam menerima semua perubahan yang terjadi pada tubuhnya selama kehamilan, walaupun perubahan fisik tersebut dianggap hal yang biasa dialami oleh wanita selama masa kehamilan. Beberapa wanita hamil merasa perubahan yang terjadi dapat menyebabkan kehilangan kontrol atas bentuk tubuh mereka. Pada wanita dengan riwayat makan teratur, kehamilan dapat berupa pengalaman yang menakutkan atau membebaskan. Kehamilan dan proses persalinan dapat menyebabkan perubahan secara biologis dan psikologis pada seorang wanita. Apabila tidak mampu untuk dicapai, maka wanita tersebut akan mengalami gangguan psikologis dengan gejala yang sering disebut post partum blues (Nirwana, 2011).
Persalinan merupakan proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup di dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.Persalinan normal yaitu proses lahirnya bayi dengan Letak Belakang Kepala (LBK) dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat, serta tidak melukai ibu da nbayi,yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. Dan persalinan abnomal yaitu persalinan pervaginam dengan bantuan alat-alat atau melalui dinding perut dengan operasi caesarea (Sofian,2012).Sangat penting untuk di ingat bahwa persalinan adalah proses yang normal serta merupakan suatu kejadian yang sehat. Akan tetapi potensi komplikasi yang mengancam nyawa juga akan selalu mengintai, sehingga bidan harus mengamati dengan ketat baik ibu maupun bayinya sepanjang kelahiran. Fokus utamanya adalah mencegah terjadinya komplikasi, Hal tersebut dapat menurunkan angka kematian ibu (sumarah,2009) Keadaan uterus yang terus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia pada otot-otot uterus.hal ini merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi utero plasente rsehingga placenta mengalami degenerasi. Bila nutrisi pada janin berkurang maka hasil konsepsi akan segera di keluarkan. Uraian di atas adalah hanya sebagian dari banyak faktor-faktor komplek sehingga his dapat di bangkitkan. (Asri, 2010 :1).Pada praktik lapangan ditemukan bahwa ibu yang bersalin telah diberikan asuhan sesuai dengan standar asuhan persalinan normal mulai dari ibu datang, memasuki kala I, kala II hingga bayi dan plasenta lahir, serta telah dilakukan asuhan sayang ibu seperti; menyapa ibu dengan baik, memberikan nutrisi, membolehkan suami mendampingi saat persalinan dan memuji ibu atas usahanya saat mengejan namun bidan belum menerapkan masase ringan sebagai upaya mengalihkan rasa nyeri dan merangsang terjadinya kontraksi. Asuhan kebidanan pada ibu bersalin merupakan salah satu kompetensi utama bidan,maka dari itu bidan di harapkan dapat melaksanakan tugasnya secara professional dan berkualitas dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tanggap terhadap masalah, mampu memenuhi kebutuhan ibu dan bayi.
Masa nifas atau post partum adalah masa setelah persalinan selesai sampai 6 minggu atau 42 hari. Setelah masa nifas, organ reproduksi secara berlahan akan mengalami perubahan seperti sebelum hamil. Selama masa nifas perlu mendapat perhatian lebih dikarenakan angka kematian ibu 60% terjadi pada masa nifas. Dalam angka kematian ibu (AKI) adalah penyebab banyaknya wanita meninggal dari suatu penyebab kurangnya perhatian pada wanita post partum (Maritalia,2012).Tingginya kematian ibu nifas merupakan masalah yang komlpeks yang sulit diatasi. AKI merupakan sebagai pengukuran untuk menilai keadaan pelayanan kebidanan disuatu wilayah. Bila AKI masih tinggi berarti pelayanan obstretri masih buruk, sehingga memerlukan perbaikan. Salah satu penyebabbnya adalah infeksi dan pendarahan pervaginam. Semua itu dapat terjadi, jika ibu post partum tidak mengetahui tanda bahaya selama masa nifas. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang masalah informasi yang diperoleh ibu nifas kurang.

Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 - 4000 gram, cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan kongenital (cacat bawaan) yang berat. (Kukuh Rahardjo, 2014 : 5). Sedangkan, asuhan pada bayi baru lahir normal adalah asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir tersebut selama satu jam pertama setelah kelahiran, sebagian besar bayi yang baru lahir akan menunjukkan usaha nafas spontan dengan sedikit bantuan. (Prawirohardjo, 2009 : 28).Adapun permasalahan yang terjadi pada bayi baru lahir adalah asfiksia neonatorum, ikterus, perdarahan tali pusat, kejang, BBLR, hipotermi, dll. (Muslihatun, 2010 : 6).Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir di klinik pratama sudah sesuai standart, di mulai dari bayi lahir yaitu menilai sepintas, mengeringkan tubuh bayi, melakukan pemotongan tali pusat, IMD, 1 jam setelah lahir dilakukan pengukuran BB, TB, antropometri, pemberian salep mata, suntik vit K 1, kemudian 1 jam setelahnya dilakukan suntik HB unijek dan pemantauan pada bayi. Periode segera setelah bayi baru lahir merupakan awal yang tidak menyenangkan bagi bayi tersebut. Hal ini disebabkan oleh lingkungan kehidupan sebelumnya (intrauterin) dengan lingkungan kehidupan sekarang (ekstrauterin) yang sangat berbeda. Di dalam uterus janin hidup dan tumbuh dengan segala kenyamanan karena ia tumbuh dan hidup bergantung penuh pada ibunya. Sedangkan, pada waktu kelahiran, setiap bayi baru lahir akan mengalami adaptasi atau proses penyesuaian fungsi–fungsi vital dari kehidupan di dalam uterus ke kehidupan di luar uterus. Kemampuan adaptasi fisiologis ini disebut juga homeostasis atau kemampuan mempertahankan fungsi–fungsi vital, bersifat dinamis, dipengaruhi oleh tahap pertumbuhan dan perkembangan intrauterin. Adaptasi segera setelah lahir meliputi adaptasi fungsi-fungsi vital (sirkulasi, respirasi, susunan saraf pusat, pencernaan dan metabolisme).Maka daripada itu, bayi baru lahir memerlukan pemantauan ketat dan perawatan yang dapat membantunya untuk melewati masa transisi dengan berhasil. (Muslihatun, 2010 : 10). Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatal merupakan periode yang paling kritis. Pencegahan asfiksia, mempertahakan suhu tubuh bayi terutama pada bayi berat lahir rendah, pemotongan dan perawatan tali pusat, pemberian air susu ibu (ASI) dalam usaha menurunkan angka kematian oleh karena diare, pencegahan terhadap infeksi, pemantauan kenaikan berat badan dan stimulasi psikologis merupakan tugas pokok bagi petugas kesehatan bayi dan anak. Penanganan bayi baru lahir memerlukan upaya bersama tenaga kesehatan khususnya bidan dengan memberikan asuhan komprehensif sesuai dengan PerMenKes RI No.1464/MenKes/2010 sejak bayi dalam kandungan, selama persalinan, segera sesudah melahirkan serta melibatkan keluarga dan masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas seperti mengajarkan cara merawat tali pusat, cara memandikan bayi serta cara menyusui yang benar dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya akan menghasilkan bayi yang sehat. Berdasarkan uraian diatas saya memutuskan untuk membuat laporan tugas akhir dengan judul ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.A DI KLINIK MITRA PRATAMA GUNUNG KIDUL”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar