ASUHAN KEBIDANAN KOPERHENSIF PADA
NY.A DI KLINIK MITRA PRATAMA DUNUNG KIDUL
BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR
BELAKANG
Kehamilan dan persalinan
merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan perubahan pada tubuh secara
fisiologis maupun psikologis seorang wanita, sehingga diperlukan beberapa
penyesuaian terhadap perubahan tersebut (Nirwana, 2011). Pada proses kehamilan
ibu hamil terjadi perubahan secara fisiologis, selain itu juga akan mengalami
rasa ketidaknyaman dalam kehamilan seperti mudah lelah, keputihan, nyidam,sering
buang air kecil, dan emesis gravidarum (Kusmiyati, 2009). Banyak wanita
yang mengalami kesulitan dalam menerima semua perubahan yang terjadi pada
tubuhnya selama kehamilan, walaupun perubahan fisik tersebut dianggap hal yang
biasa dialami oleh wanita selama masa kehamilan. Beberapa wanita hamil merasa
perubahan yang terjadi dapat menyebabkan kehilangan kontrol atas bentuk tubuh mereka.
Pada wanita dengan riwayat makan teratur, kehamilan dapat berupa pengalaman
yang menakutkan atau membebaskan. Kehamilan dan proses persalinan dapat
menyebabkan perubahan secara biologis dan psikologis pada seorang wanita.
Apabila tidak mampu untuk dicapai, maka wanita tersebut akan mengalami gangguan
psikologis dengan gejala yang sering disebut post partum blues (Nirwana, 2011).
Persalinan merupakan proses
pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang dapat hidup di dunia luar, dari
rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.Persalinan normal yaitu proses
lahirnya bayi dengan Letak Belakang Kepala (LBK) dengan tenaga ibu sendiri,
tanpa bantuan alat-alat, serta tidak melukai ibu da nbayi,yang umumnya
berlangsung kurang dari 24 jam. Dan persalinan abnomal yaitu persalinan
pervaginam dengan bantuan alat-alat atau melalui dinding perut dengan operasi
caesarea (Sofian,2012).Sangat penting untuk di ingat bahwa persalinan adalah
proses yang normal serta merupakan suatu kejadian yang sehat. Akan tetapi
potensi komplikasi yang mengancam nyawa juga akan selalu mengintai, sehingga
bidan harus mengamati dengan ketat baik ibu maupun bayinya sepanjang kelahiran.
Fokus utamanya adalah mencegah terjadinya komplikasi, Hal tersebut dapat
menurunkan angka kematian ibu (sumarah,2009) Keadaan uterus yang terus membesar
dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia pada otot-otot uterus.hal ini
merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi utero plasente rsehingga
placenta mengalami degenerasi. Bila nutrisi pada janin berkurang maka hasil
konsepsi akan segera di
keluarkan. Uraian di atas adalah hanya sebagian dari banyak faktor-faktor
komplek sehingga his dapat di bangkitkan. (Asri, 2010 :1).Pada praktik lapangan
ditemukan bahwa ibu yang bersalin telah diberikan asuhan sesuai dengan standar
asuhan persalinan normal mulai dari ibu datang, memasuki kala I, kala II hingga
bayi dan plasenta lahir, serta telah dilakukan asuhan sayang ibu seperti;
menyapa ibu dengan baik, memberikan nutrisi, membolehkan suami mendampingi saat
persalinan dan memuji ibu atas usahanya saat mengejan namun bidan belum
menerapkan masase ringan sebagai upaya mengalihkan rasa nyeri dan merangsang
terjadinya kontraksi. Asuhan kebidanan pada ibu bersalin merupakan salah satu
kompetensi utama bidan,maka dari itu bidan di harapkan dapat melaksanakan
tugasnya secara professional dan berkualitas dengan penguasaan ilmu pengetahuan
dan keterampilan, tanggap terhadap masalah, mampu memenuhi kebutuhan ibu dan
bayi.
Masa nifas atau post partum
adalah masa setelah persalinan selesai sampai 6 minggu atau 42 hari. Setelah
masa nifas, organ reproduksi secara berlahan akan mengalami perubahan seperti
sebelum hamil. Selama masa nifas perlu mendapat perhatian lebih dikarenakan angka
kematian ibu 60% terjadi pada masa nifas. Dalam angka kematian ibu (AKI) adalah
penyebab banyaknya wanita meninggal dari suatu penyebab kurangnya perhatian pada
wanita post partum (Maritalia,2012).Tingginya kematian ibu nifas merupakan
masalah yang komlpeks yang sulit diatasi. AKI merupakan sebagai pengukuran
untuk menilai keadaan pelayanan kebidanan disuatu wilayah. Bila AKI masih
tinggi berarti pelayanan obstretri masih buruk, sehingga memerlukan perbaikan. Salah
satu penyebabbnya adalah infeksi dan pendarahan pervaginam. Semua itu dapat terjadi,
jika ibu post partum tidak mengetahui tanda bahaya selama masa nifas. Hal ini
disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang masalah informasi yang
diperoleh ibu nifas kurang.
Bayi
baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 - 4000 gram, cukup bulan,
lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan kongenital (cacat bawaan) yang
berat. (Kukuh Rahardjo, 2014 : 5). Sedangkan, asuhan pada bayi baru lahir
normal adalah asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir tersebut selama satu
jam pertama setelah kelahiran, sebagian besar bayi yang baru lahir akan
menunjukkan usaha nafas spontan dengan sedikit bantuan. (Prawirohardjo, 2009 :
28).Adapun permasalahan yang terjadi pada bayi baru lahir adalah asfiksia
neonatorum, ikterus, perdarahan tali pusat, kejang, BBLR, hipotermi, dll.
(Muslihatun, 2010 : 6).Asuhan yang dilakukan pada bayi baru lahir di klinik
pratama sudah sesuai standart, di mulai dari bayi lahir yaitu menilai sepintas,
mengeringkan tubuh bayi, melakukan pemotongan tali pusat, IMD, 1 jam setelah
lahir dilakukan pengukuran BB, TB, antropometri, pemberian salep mata, suntik
vit K 1, kemudian 1 jam setelahnya dilakukan suntik HB unijek dan pemantauan
pada bayi. Periode segera setelah bayi baru lahir merupakan awal yang tidak
menyenangkan bagi bayi tersebut. Hal ini disebabkan oleh lingkungan kehidupan
sebelumnya (intrauterin) dengan lingkungan kehidupan sekarang (ekstrauterin)
yang sangat berbeda. Di dalam uterus janin hidup dan tumbuh dengan segala
kenyamanan karena ia tumbuh dan hidup bergantung penuh pada ibunya. Sedangkan,
pada waktu kelahiran, setiap bayi baru lahir akan mengalami adaptasi atau
proses penyesuaian fungsi–fungsi vital dari kehidupan di dalam uterus ke
kehidupan di luar uterus. Kemampuan adaptasi fisiologis ini disebut juga
homeostasis atau kemampuan mempertahankan fungsi–fungsi vital, bersifat
dinamis, dipengaruhi oleh tahap pertumbuhan dan perkembangan intrauterin.
Adaptasi segera setelah lahir meliputi adaptasi fungsi-fungsi vital (sirkulasi,
respirasi, susunan saraf pusat, pencernaan dan metabolisme).Maka daripada itu,
bayi baru lahir memerlukan pemantauan ketat dan perawatan yang dapat membantunya
untuk melewati masa transisi dengan berhasil. (Muslihatun, 2010 : 10). Ditinjau
dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatal merupakan periode yang
paling kritis. Pencegahan asfiksia, mempertahakan suhu tubuh bayi terutama pada
bayi berat lahir rendah, pemotongan dan perawatan tali pusat, pemberian air
susu ibu (ASI) dalam usaha menurunkan angka kematian oleh karena diare,
pencegahan terhadap infeksi, pemantauan kenaikan berat badan dan stimulasi
psikologis merupakan tugas pokok bagi petugas kesehatan bayi dan anak.
Penanganan bayi baru lahir memerlukan upaya bersama tenaga kesehatan khususnya
bidan dengan memberikan asuhan komprehensif sesuai dengan PerMenKes RI
No.1464/MenKes/2010 sejak bayi dalam kandungan, selama persalinan, segera
sesudah melahirkan serta melibatkan keluarga dan masyarakat dalam memberikan
pelayanan kesehatan yang berkualitas seperti mengajarkan cara merawat tali
pusat, cara memandikan bayi serta cara menyusui yang benar dan pemantauan
pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya akan menghasilkan bayi yang sehat. Berdasarkan
uraian diatas saya memutuskan untuk membuat laporan tugas akhir dengan judul ASUHAN
KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.A DI KLINIK MITRA PRATAMA GUNUNG KIDUL”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar