KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat
dan berkatnya serta memberikan perlindungan dan kesehatan. Sehingga kami dapat
menyusun makalah dengan judul ”Komunikasi Dalam Manajemen
Keperawatan”. Dimana makalah ini sebagai salah satu syarat
untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Keperawatan.
Kami menyadari
sepenuhnya bahwa selama penyusunan makalah ini kami banyak menemui kesulitan
dikarenakan keterbatasan referensi dan
keterbatasan kami. Dengan adanya kendala dan keterbatasan
yang dimiliki kami, maka kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyusun makalah dengan sebaik-baiknya.
Dalam kesempatan
ini tidak lupa kami mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini,
diantaranya :
1.
Melania Wahyuningsih, SKp., MSN
sebagai koordinator mata kuliah Management Keperawatan dan pembimbing kelompok kami.
Sebagai
manusia kami menyadari bahwa penulisan
makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi
perbaikan yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Akhirnya
semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya
dan bagi pembaca pada umumnya.
Yogyakarta,
9 Maret 2015
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manajemen merupakan proses pelaksanaan kegiatan
organisasi melalui upaya orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Dalam
keperawatan, manajemen berhubungan dengan perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pengaturan staf (staffing), kepemimpinan
(leading), dan pengendalian (controlling) aktivitas-aktivitas upaya keperawatan
atau devisi departemen keperawatan dan dari sub unit departemen. Sedangkan
manajemen keperawatan dapat diartikan sebagai pelaksanaan pelayanan keperawatan
melalui staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan
rasa aman, kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting
dalam kepemimpinan dan manajemen keperawatan. Malah sebenarnya, mungkin
komunikasi merupakan konsep yang paling penting dalam hidup. Komunikasi terjadi
dalam setiap tahap proses manajemen, semua dilakukan oleh pimpinan perawatan
akan melibatkan komunikasi baik dengan bawahan, atasan, maupun dengan rekan
yang sejajar posisinya.
Kepler (1980) menyatakan bahwa komunikasi adalah
kemampuan yang paling penting dikuasai oleh seorang pemimpin.
B. TUJUAN
1.
Tujuan
Umum
Mahasiswa memiliki kemampuan untuk
melaksanakan komunikasi dalam manajemen keperawatan.
2. Tujuan Khusus
a.
Mahasiswa
mampu menjelaskan proses komunikasi
b.
Mahasiswa
mampu menjelaskan prinsip komunikasi
c.
Mahasiswa
mampu menjelaskan modal komunikasi.
d.
Mahasiswa
mampu menjelaskan aplikasi komunikasi dalam asuhan keperawatan.
e.
Mahasiswa
mampu menjelaskan strategi komunikasi dalam praktik keperawatan di rumah sakit.
BAB II
TINJAUAN
TEORI
A.
PROSES
KOMUNIKASI
Tappen (1995) mendefinisikan bahwa
komunikasi adalah suatu pertukaran pikiran, perasaan, pendapat, dan pemberian
nasehat yang terjadi antar dua orang ata lebih yang bekerja sama. Komunikasi
juga merupakan suatu seni untuk dapat menyusun dan menghantarkan suatu pesan
dengan cara yang mudah sehingga orang lain dapat mengerti dan menerima maksud
dan tujuan pemberi pesan.
Komunikasi adalah sesuatu yang
kompleks, sehingga banyak model yang digunakan dalam menjelaskan bagaimana cara
berorganisasi dan orang berkomunikasi. Dasar model umum proses komunikasi pasti
ada pengirim pesan dan penerima pesan. Pesan tersebut dapat berupa verbaL,
tertulis, maupun nonverbal. Proses ini juga melibatkan suatu lingkungan
internal dan eksternal, dimana komunikasi dilaksanakan. Lingkungan internal
meliputi nilai-nilai, kepercayaan,temperamen, dan tingkat stress pengirim pesan
dan penerima pesan, sedangkan faktor eksternal meliputi keadaan cuaca, suhu,
faktor kekuasaan dan waktu. Kedua belah pihak (pengirim dan penerima pesan) harus
peka terhadap faktor internal dan eksternal, seperti persepsi dari komunikasi
yang ditentukan oleh lingkungan eksternal yang ada.
|
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
|
||||||||||||
|
||||||||||||
|
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
|
|
|||||||||||
|
||||||||||||
|
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
|
||||||||||||
|
||||||||||||
B. PRINSIP KOMUNIKASI MANAJER KEPERAWATAN
Manajer
harus dapat melaksanakan komunikasi melalui beberapa tahap berikut :
1.
Manajer harus mengerti struktur organisasi, termasuk
pemahaman tentang siapa yang akan kena dampak dari pengambilan keputusan yang
telah dibuat. Jaringan komunikasi formal dan informal perlu dibangun antara
manajer dan staf.
2.
Komunikasi bukan hanya sebagai perantara, akan tetapi
sebagai bagian proses yang tak terpisahkandalam kabijaksanaan organisasi.
- Komunikasi
harus jelas , sederhana dan tepat. Nursalam (2001) menekankan bahwa
prinsip komunikasi seorang perawat profesional adalah CARE : Complete,
Acurarate, Rapid, English.
- Ciri
khas perawat profesional dimasa depan dalam memberikan pelayanan
keperawatan adalah dapat berkomunikasi secara lengkap, akurat, dan cepat.
- Manajer
harus meminta umpan balik apakah komunikasi dapat diterima secara akurat.
- Menjadi
pendengar yang baik adalah komponen yang penting bagi manajer.
C. MODEL KOMUNIKASI
1. Komunikasi
tertulis
Komunikasi tertulis digunakan untuk
mencapai kebutuhan setiap individu/staf, mengkomunikasikan pelaksanaan
pengelolaan.
Menurut asosiasi pendidikan
kesehatan amerika (1998) komunikasi tertulis dalam sutu organisasi meliputi:
- Mengetahui
apa yang ingin disampaikan sebelum menulis
- Menulis
nama orang dalam tulisan anda dan perlu dipertimbangkan dampaknya.
- Gunakan
kata aktif , dimana akan mempunyai pengaruh baik.
- Tulis
kata yang sederhana, familier, spesufik dan nyata
- Gunakan
seminimal mungkin kata-kata yang tidak penting dan temukan cara baik untuk
menggambarkan inti tulisan.
- Tuliskalimat
dibawah 20 kata ,dan masukkan satu ide setiap kalimat,tuliskan kalimat
yang penting dan menjadi topikutama.
- Berikan
pembaca petunjuk ,konsisten pengunaan istilah dan pesan.
- Atur
isi tulisan secara sistematis.
- Gunakan
paragraf untuk mempermudah pembaca
- Komunikasi
dilakukan secara jelas dan fokus.
2. Komunikasi
secara langsung/verbal
a.
Manajer selalu mengadakan komunikasi verbal kepada
atasan dan bawahan baik secara formal maupun informal.
b.
Tujuan assertiveness. Perilaku asertif adalah
suatu cara komunikasi yang memberikan kesempatan individu untuk mengekspresikan
perasaannya secara langsung,jujur dan cara yang sesuai tanpa menyinggung
perasaan orang lain yang diajak komunikasi.
c.
Hal yang harus dihindari pada komunikasi secara
asertif adalah pasif dan agresif.
3. Komunikasi
non verbal
Komunikasi nonverbal adalah
komunikasi dengan menggunakan ekspresi wajah, pergerakan tubuh, dan sikap tubuh
(body language)Menurut Arnold dan Boggs (1989) komunikasi non verbal mengandung
arti yang lebih signifikan dibandingkan dengan komunikasi verbal komunikasi non
verbal meliputi komponen emosi terhadap pesan yang diterima atau disampaikan.
Tetapi, akan menjadi sesuatu yang membahayakan jika komunikasi non verbal
diartikan salah tanpa adanya penjelasan secara verbal. Manajer yang efektif
akan melakukan komunikasi verbal dan nonverbal, supaya individu (atasan atau
bawahan) dapat menerima pesan secara jelas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam komunikasi non verbal:
1) Lingkungan,
tempat dimana komunikasi dilaksanakan.
2) Penampilan,
misalnya pakaian, kosmetik, dan sesuatu yang menarik, merupakan bagian dari
komunikasi verbal yang perlu diidentifikasikan..
3) Kontak
mata memberikan makna kesediaan seseorang untuk berkomunikasi.
4) Postur tubuh
(gesture) bobot suatu pesan bisa ditunjukkan dengan menunjukan
telunjuknya, berdiri atau duduk.
5) Ekspresi
wajah: komunikasi yang efektif memerlukan suatu respon wajah yang setuju
tehadap pesan yang disampaikan.
6) Suara :
intonasi, volume, dan refleksi-cara tersebut menandakan bahwa pesan dapat
ditransfer dengan baik.
4. Komunikasi
via telepon
Dengan
kemudahan sarana komunikasi memungkinkan manajer dapat merespon perkembangan
dan masalah dalam organisasi. Manajer dan semua staf harus belajar etika bertelepon,
serta menghargai setiap menjawab telepon. Jika orang lain menunggu untuk
berbicara, maka waktu yang diperlukan harus singkat untuk menghindari kesan
yang negatif.
D.
APLIKASI
KOMUNIKASI DALAM ASUHAN
Komunikasi dalam praktik keperawatan profesional
merupakan unsur utama bagi perawat dalam melaksanakan asuahan keperawatan untuk
mencapai hasil yang optimal. Kegiatan keperawatan yang memerlukan komunikasi
adalah sebagai berikut :
1.
Komunikasi saat serah terima ( overan)
Pada saat
overan antar perawat, diperlukan komunikasi yang jelas tentang kebutuhan klien,
intervensi yang sudah dilakukan dan yang belum dilaksanakan, serta respon
pasien yang terjadi pada pasien. Perawat melakukan operan dengan berjalan
bersama dengan perawat lainnya dengan cara berkeliling kesetiap pasien dan
menyampaikan kondisi pasien secara akurat didekat pasien. Cara ini akan lebih
efektif daripada harus menghabiskan waktu oranglain sekedar untuk membaca
dokumentasi yang telah kita buat, selain itu juga akan membantu perawat dalam
menerima operan secara nyata.
2. Wawancara/anamnesis
Anamnesis
pasien merupakan kegiatan yang selalu dilakukan oleh perawata kepada pasien
saatpelaksanaan asuhan keperawatan (proses keperawatan). Perawata melakuakn
anamnesis kepada pasien,keluarga,dokter,dan tim kerja lainnya. Wawancara adalah
metode komunikasi dengan digunakan untuk memperoleh data tentang keadaan
pasien.
Prinsip yang perlu diterapkan oleh
perawat pada komunikasi ini:
a.
Hindari komunikasi yang terlalu formal atau tidak
tepat , dan ciptakan suasana hangat dan kekeluargaan.
b.
Hindari ganggguan yang timbul akibat dari lingkungan
yang gaduh.
c.
Hindari respon yang hanya “ya”dan “tidak”.
d.
Tidak memonopoli pembicaraan dengan cara penyampaian
kata-kata “ya” dan “tidak”.
e.
Hindari hambatan personal.
3. Komunikasi
melalui komputer
Komputer
merupakan alat komunikasi cepat dan akurat pada manajemen keperawatan saat ini.
Penulisan data-data pasien dalam computer akan mempermudah perawat lain dalam
mengidentifikasi masalah pasien dan memberikan intervensi yang tepat.
Melalui komputer informasi-informasi terbaru cepat didapat menggunakan
internet, yang akan memudahkan perawat
saaat mengalami kesulitan dalam menangani masalah pasien.
4. Komunikasi
tentang kerahasiaan
Perawat sering dihadapkan pada suatu
dilema dalam menyimpan rahasia pasien, disatu sisi perawat membutuhkan kebenaran
informasi yang diberikan pasien dengan cara menginformasi ke orang lain. Di
lain pihak, perawat harus memegang janji untuk tidak menyampaikan rahasia
pasien kepada orang lain.
5. Komunikasi
melalui sentuhan
Komunikasi melalui sentuhan kepada
pasien merupakan metode dalam mendekatkan hubungan antara pasien dan perawat. Sentuhan
yang diberikan oleh perawat juga dapat sebagai terapi/tindakan mandiri perawat
untuk mengatasi masalah pasien, khususnya pasien dengan depresi, kecemasan, dan
kebingungan dalam pengambilan keputusan. Tetapi yang perlu diperhatikan dalam
penggunaan teknik sentuhan adalah perbedaan jenis kelamin antara perawat dan
pasien. Dalam situasi ini perlu adanya suatu persetujuan.
6. Dokumentasi
sebagai alat komunikasi
Dokumentasi adalah alat yang
digunakan dalam komunikasi keperawatan untuk menvalidasi asuhan keperawatan,
sarana komunikasi antar tim kesehatan lain dan dokumen paten dalam pemberian asuhan
keperawatan. Menurut Nursalam (2002) kapan saja perawat melihat pencatatan
kesehatan, maka perawat dapat memberi dan menerima pendapat serta pemikiran.
Manfaat komunikasi dalam
pendokumentasian adalah:
Ø Dapat
digunakan ulang untuk keperluan yang bermanfaat.
Ø Mengkomunikasikan
kepada perawat dan tenaga kesehatan lain tentang apa yang sudah dan akan
dilakukan kepada pasien.
Ø Manfaat dan
data pasien yang akurat, dan dapat dicapai.
Ø Komunikasi
perawat dan tim kesehatan lainnya.
E.
STRATEGI
KOMUNIKASI DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT
Komunikasi pada tahapan ini, tidak
hanya secara spesifik ditunjukkan melalui strategi perencanaan. Tetapi ketiga
komponen harus menjadi perhatian yang sama yaitu : struktur, budaya dan teknologi
harus mendapatperhatian yang sama.
Struktur dalam suatu organisasi
bertujuan untuk mencapai status praktik komunikasi yang dapat direncanakan dan
diterapkan oleh kelompok kerja. Setiap struktur yang ada harus memiliki
kelompok klinik yang dirancang untuk pelaksanaan perinsip-perinsip asuhan
keperawatan kepada pasien, keterampilan yang baik dan dapat membantu
penyelesaian suatu masalah dalam organisasi.
Budaya dalam suatu organisasi bukan
sesuatu yang mudah untuk diubah dalam waktu sesaat, tetapi kita percaya bahwa
kita akan bekerja dengan lingkungan dan individu yang mempunyai budaya yang
berbeda. Keadaan ini penting unyuk diperhatikan mengingat perubahan suatu
budaya dalam menejemen adalah aspek yang penting pada proses perubahan yang
efektif.
Teknologi merupakan komponen ketiga
dalam praktik komunikasi yang efektif. Komunikasi interpersonal dan secara
organisasi sering memerlukan suatu perantara, yang disebut teknologi elektronik
dan penggunaan media yang akan sangat bermanfaat di massa yang akan datang.
Setiap suatu perubahan di rumah sakit harus selalu didukung oleh perencanaan
HIS (Health Information System) yang
efektif komunikasi melalui teknologi akan selalu dipantau dan dievaluasi pada
setiap tahap proses perubahan.
![]() |
|||
![]() |
|||
BAB III
![]() |
|||
|
|||
PENUTUP
KESIMPULAN
Komunikasi adalah suatu pertukaran
pikiran, perasaan, pendapat, dan pemberian nasehat yang terjadi antar dua orang
ata lebih yang bekerja sama. Proses komunikasi dipengaruhi oleh dua faktor
yaitu internal dan eksternal. Dalam prinsip komunikasi Manajer harus dapat
melaksanakan komunikasi dengan mengerti struktur organisasi, menjadikan
komunikasi sebagai proses yang tak terpisahkan dalam kebijaksanaan organisasi,
komunikasi yang sederhana dan tepat, berkomunikasi secara lengkap dan adekuat,
meminta umpan balik apakah komunikasi dapat diterima, dan menjadi pendengar
yang baik.
Model komunikasi terdiri dari :
1. Komunikasi
tertulis
2. Komunikasi
secara langsung
3. Komunikasi
nonverbal
4. Komunikasi
via telepon
Aplikasi komunikasi dalam asuhan
keperawatan terdiri dari :
1. Komunikasi
saat serah terima (overan)
2. Wawancara/anamnesis
3. Komunikasi
melalui komputer
4. Komunikasi
tentang kerahasiaan
5. Komunikasi
melalui sentuhan
6. Dokumentasi
sebagai alat komunikasi
Strategi
komunikasi dalam praktik keperawatan dirumah sakit ditunjukan secara spesifik
melalui strategi perencanaan dan tiga komponen, yaitu struktur, budaya dan
teknologi harus mendapat perhatian yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Arnol,E.,dan
K.Boggs.1989.Internasional Relationship: Profesional Communication Skills for
Nurses. Philadelpia: W.B. Saunders.
Ø Marquis,
B.L., dan C.J. Huston.1998. Management Decision Making for Nurses: 124 Case
Studies. Edisi 3. Philadephila: JB. Lippincott
Ø Nursalam.
2002. Management Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional.
Jakarta: Salemba Medika
Ø Nursalam.
2007. Management Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional.
Edisi2. Jakarta: Salemba Mediak
Ø Tappen,
R.M. 1995. Nursing Leadership and Management. Edisi3. Philadephila: FA Davis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................................1
BAB I
PENDAHULUAN..............................................................................................................................2
A. LATAR
BELAKANG...................................................................................................2
B. TUJUAN........................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN
TEORI...................................................................................................................3
A. Proses
Komunikasi.................................................................................................................................3
B. Prinsip
Komunikasi Manajer
Keperawatan............................................................................................3
C. Model
Komunikasi.................................................................................................................................4
D. Aplikasi
Komunikasi Dalam
Asuhan.....................................................................................................5
E. Strategi
Komunikasi Dalam Praktik Keperawatan.................................................................................6
BAB III PENUTUP..................................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................................................9






Tidak ada komentar:
Posting Komentar