Rabu, 03 Mei 2017

BAB I Komunikasi dalam Asuhan

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan berkatnya serta memberikan perlindungan dan kesehatan. Sehingga kami dapat menyusun makalah dengan judul ”Komunikasi Dalam Manajemen Keperawatan”. Dimana makalah ini sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Keperawatan.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa selama penyusunan makalah ini kami banyak  menemui kesulitan dikarenakan keterbatasan  referensi dan keterbatasan kami. Dengan adanya kendala dan keterbatasan yang dimiliki kami, maka kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyusun makalah dengan sebaik-baiknya.
Dalam kesempatan ini tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya :
1.      Melania Wahyuningsih, SKp., MSN sebagai koordinator mata kuliah Management Keperawatan dan pembimbing kelompok kami.
Sebagai manusia kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi perbaikan yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Akhirnya semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.



                                                                                                                                    Yogyakarta, 9 Maret 2015


                                                                                                                                                            Penyusun







BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Manajemen merupakan proses pelaksanaan kegiatan organisasi melalui upaya orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Dalam keperawatan, manajemen berhubungan dengan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengaturan staf (staffing), kepemimpinan (leading), dan pengendalian (controlling) aktivitas-aktivitas upaya keperawatan atau devisi departemen keperawatan dan dari sub unit departemen. Sedangkan manajemen keperawatan dapat diartikan sebagai pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman, kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kepemimpinan dan manajemen keperawatan.  Malah sebenarnya, mungkin komunikasi merupakan konsep yang paling penting dalam hidup. Komunikasi terjadi dalam setiap tahap proses manajemen, semua dilakukan oleh pimpinan perawatan akan melibatkan komunikasi baik dengan bawahan, atasan, maupun dengan rekan yang sejajar posisinya.
Kepler (1980) menyatakan bahwa komunikasi adalah kemampuan yang paling penting dikuasai oleh seorang pemimpin.

B.     TUJUAN
1.      Tujuan Umum
Mahasiswa memiliki kemampuan untuk melaksanakan komunikasi dalam manajemen keperawatan.
2.      Tujuan Khusus
a.    Mahasiswa mampu menjelaskan proses komunikasi
b.    Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip komunikasi
c.    Mahasiswa mampu menjelaskan modal komunikasi.
d.   Mahasiswa mampu menjelaskan aplikasi komunikasi dalam asuhan keperawatan.
e.    Mahasiswa mampu menjelaskan strategi komunikasi dalam praktik keperawatan di rumah sakit.















BAB II
TINJAUAN TEORI
A.   PROSES KOMUNIKASI
Tappen (1995) mendefinisikan bahwa komunikasi adalah suatu pertukaran pikiran, perasaan, pendapat, dan pemberian nasehat yang terjadi antar dua orang ata lebih yang bekerja sama. Komunikasi juga merupakan suatu seni untuk dapat menyusun dan menghantarkan suatu pesan dengan cara yang mudah sehingga orang lain dapat mengerti dan menerima maksud dan tujuan pemberi pesan.
Komunikasi adalah sesuatu yang kompleks, sehingga banyak model yang digunakan dalam menjelaskan bagaimana cara berorganisasi dan orang berkomunikasi. Dasar model umum proses komunikasi pasti ada pengirim pesan dan penerima pesan. Pesan tersebut dapat berupa verbaL, tertulis, maupun nonverbal. Proses ini juga melibatkan suatu lingkungan internal dan eksternal, dimana komunikasi dilaksanakan. Lingkungan internal meliputi nilai-nilai, kepercayaan,temperamen, dan tingkat stress pengirim pesan dan penerima pesan, sedangkan faktor eksternal meliputi keadaan cuaca, suhu, faktor kekuasaan dan waktu. Kedua belah pihak (pengirim dan penerima pesan) harus peka terhadap faktor internal dan eksternal, seperti persepsi dari komunikasi yang ditentukan oleh lingkungan eksternal yang ada.
Faktor Internal
 
Komunikator
 
Faktor Eksternal
 
Tertulis
 
Verbal
 
Pesan
 
Nonverbal
 
Faktor Internal
 
Komunikan
 
Faktor Eksternal
 
 














B.   PRINSIP KOMUNIKASI MANAJER KEPERAWATAN
Manajer harus dapat melaksanakan komunikasi melalui beberapa tahap berikut :
1.      Manajer harus mengerti struktur organisasi, termasuk pemahaman tentang siapa yang akan kena dampak dari pengambilan keputusan yang telah dibuat. Jaringan komunikasi formal dan informal perlu dibangun antara manajer dan staf.
2.      Komunikasi bukan hanya sebagai perantara, akan tetapi sebagai bagian proses yang tak terpisahkandalam kabijaksanaan organisasi.
  1. Komunikasi harus jelas , sederhana dan tepat. Nursalam (2001) menekankan bahwa prinsip komunikasi seorang perawat profesional adalah CARE : Complete, Acurarate, Rapid, English.
  2. Ciri khas perawat profesional dimasa depan dalam memberikan pelayanan keperawatan adalah dapat berkomunikasi secara lengkap, akurat, dan cepat.
  3. Manajer harus meminta umpan balik apakah komunikasi dapat diterima secara akurat.
  4. Menjadi pendengar yang baik adalah komponen yang penting bagi manajer.
C.   MODEL KOMUNIKASI
                                                                                              
1.      Komunikasi tertulis
Komunikasi tertulis digunakan untuk mencapai kebutuhan setiap individu/staf, mengkomunikasikan pelaksanaan pengelolaan.
Menurut asosiasi pendidikan  kesehatan amerika (1998) komunikasi tertulis dalam sutu organisasi meliputi:
  1. Mengetahui apa yang ingin disampaikan sebelum menulis
  2. Menulis nama orang dalam tulisan anda dan perlu dipertimbangkan dampaknya.
  3. Gunakan kata aktif , dimana akan mempunyai pengaruh baik.
  4. Tulis kata yang sederhana, familier, spesufik dan nyata
  5. Gunakan seminimal mungkin kata-kata yang tidak penting dan temukan cara baik untuk menggambarkan inti tulisan.
  6. Tuliskalimat dibawah 20 kata ,dan masukkan satu ide setiap kalimat,tuliskan kalimat yang penting dan menjadi topikutama.
  7. Berikan pembaca petunjuk ,konsisten pengunaan istilah dan pesan.
  8. Atur isi tulisan secara sistematis.
  9. Gunakan paragraf untuk mempermudah pembaca
  10. Komunikasi dilakukan secara jelas dan fokus.
2.      Komunikasi secara langsung/verbal
a.       Manajer selalu mengadakan komunikasi verbal kepada atasan dan bawahan baik secara formal maupun informal.
b.      Tujuan assertiveness. Perilaku asertif adalah suatu cara komunikasi yang memberikan kesempatan individu untuk mengekspresikan perasaannya secara langsung,jujur dan cara yang sesuai tanpa menyinggung perasaan orang lain yang diajak komunikasi.
c.       Hal yang harus dihindari pada komunikasi secara asertif adalah pasif dan agresif.


3.      Komunikasi non verbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi dengan menggunakan ekspresi wajah, pergerakan tubuh, dan sikap tubuh (body language)Menurut Arnold dan Boggs (1989) komunikasi non verbal mengandung arti yang lebih signifikan dibandingkan dengan komunikasi verbal komunikasi non verbal meliputi komponen emosi terhadap pesan yang diterima atau disampaikan. Tetapi, akan menjadi sesuatu yang membahayakan jika komunikasi non verbal diartikan salah tanpa adanya penjelasan secara verbal. Manajer yang efektif akan melakukan komunikasi verbal dan nonverbal, supaya individu (atasan atau bawahan) dapat menerima pesan secara jelas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi non verbal:
1)      Lingkungan, tempat dimana komunikasi dilaksanakan.
2)      Penampilan, misalnya pakaian, kosmetik, dan sesuatu yang menarik, merupakan bagian dari komunikasi verbal yang perlu diidentifikasikan..
3)      Kontak mata memberikan makna kesediaan seseorang untuk berkomunikasi.
4)      Postur tubuh (gesture) bobot suatu pesan bisa ditunjukkan dengan menunjukan telunjuknya, berdiri atau duduk.
5)      Ekspresi wajah: komunikasi yang efektif memerlukan suatu respon wajah yang setuju tehadap pesan yang disampaikan.
6)      Suara : intonasi, volume, dan refleksi-cara tersebut menandakan bahwa pesan dapat ditransfer dengan baik.





4.      Komunikasi via telepon
Dengan kemudahan sarana komunikasi memungkinkan manajer dapat merespon perkembangan dan masalah dalam organisasi. Manajer dan semua staf harus belajar etika bertelepon, serta menghargai setiap menjawab telepon. Jika orang lain menunggu untuk berbicara, maka waktu yang diperlukan harus singkat untuk menghindari kesan yang negatif.

D.   APLIKASI KOMUNIKASI DALAM ASUHAN
Komunikasi dalam praktik keperawatan profesional merupakan unsur utama bagi perawat dalam melaksanakan asuahan keperawatan untuk mencapai hasil yang optimal. Kegiatan keperawatan yang memerlukan komunikasi adalah sebagai berikut :

1.      Komunikasi saat serah terima ( overan)
Pada saat overan antar perawat, diperlukan komunikasi yang jelas tentang kebutuhan klien, intervensi yang sudah dilakukan dan yang belum dilaksanakan, serta respon pasien yang terjadi pada pasien. Perawat melakukan operan dengan berjalan bersama dengan perawat lainnya dengan cara berkeliling kesetiap pasien dan menyampaikan kondisi pasien secara akurat didekat pasien. Cara ini akan lebih efektif daripada harus menghabiskan waktu oranglain sekedar untuk membaca dokumentasi yang telah kita buat, selain itu juga akan membantu perawat dalam menerima operan secara nyata.

2.      Wawancara/anamnesis
Anamnesis pasien merupakan kegiatan yang selalu dilakukan oleh perawata kepada pasien saatpelaksanaan asuhan keperawatan (proses keperawatan). Perawata melakuakn anamnesis kepada pasien,keluarga,dokter,dan tim kerja lainnya. Wawancara adalah metode komunikasi dengan digunakan untuk memperoleh data tentang keadaan pasien.
Prinsip yang perlu diterapkan oleh perawat pada komunikasi ini:
a.       Hindari komunikasi yang terlalu formal atau tidak tepat , dan ciptakan suasana hangat dan kekeluargaan.
b.      Hindari ganggguan yang timbul akibat dari lingkungan yang gaduh.
c.       Hindari respon yang hanya “ya”dan “tidak”.
d.      Tidak memonopoli pembicaraan dengan cara penyampaian kata-kata “ya” dan “tidak”.
e.       Hindari hambatan personal.

3.      Komunikasi melalui komputer
Komputer merupakan alat komunikasi cepat dan akurat pada manajemen keperawatan saat ini. Penulisan data-data pasien dalam computer akan mempermudah perawat lain dalam mengidentifikasi masalah pasien dan  memberikan intervensi yang tepat. Melalui komputer informasi-informasi terbaru cepat didapat menggunakan internet,  yang akan memudahkan perawat saaat mengalami kesulitan dalam menangani masalah pasien.


4.      Komunikasi tentang kerahasiaan
Perawat sering dihadapkan pada suatu dilema dalam menyimpan rahasia pasien, disatu sisi perawat membutuhkan kebenaran informasi yang diberikan pasien dengan cara menginformasi ke orang lain. Di lain pihak, perawat harus memegang janji untuk tidak menyampaikan rahasia pasien kepada orang lain.
5.      Komunikasi melalui sentuhan
Komunikasi melalui sentuhan kepada pasien merupakan metode dalam mendekatkan hubungan antara pasien dan perawat. Sentuhan yang diberikan oleh perawat juga dapat sebagai terapi/tindakan mandiri perawat untuk mengatasi masalah pasien, khususnya pasien dengan depresi, kecemasan, dan kebingungan dalam pengambilan keputusan. Tetapi yang perlu diperhatikan dalam penggunaan teknik sentuhan adalah perbedaan jenis kelamin antara perawat dan pasien. Dalam situasi ini perlu adanya suatu persetujuan.
6.      Dokumentasi sebagai alat komunikasi
Dokumentasi adalah alat yang digunakan dalam komunikasi keperawatan untuk menvalidasi asuhan keperawatan, sarana komunikasi antar tim kesehatan lain dan dokumen paten dalam pemberian asuhan  keperawatan. Menurut Nursalam (2002) kapan saja perawat melihat pencatatan kesehatan, maka perawat dapat memberi dan menerima pendapat serta pemikiran.
Manfaat komunikasi dalam pendokumentasian adalah:
Ø Dapat digunakan ulang untuk keperluan yang bermanfaat.
Ø Mengkomunikasikan kepada perawat dan tenaga kesehatan lain tentang apa yang sudah dan akan dilakukan kepada pasien.
Ø Manfaat dan data pasien yang akurat, dan dapat dicapai.
Ø Komunikasi perawat dan tim kesehatan lainnya.



E.     STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT
Komunikasi pada tahapan ini, tidak hanya secara spesifik ditunjukkan melalui strategi perencanaan. Tetapi ketiga komponen harus menjadi perhatian yang sama yaitu : struktur, budaya dan teknologi harus mendapatperhatian yang sama.
Struktur dalam suatu organisasi bertujuan untuk mencapai status praktik komunikasi yang dapat direncanakan dan diterapkan oleh kelompok kerja. Setiap struktur yang ada harus memiliki kelompok klinik yang dirancang untuk pelaksanaan perinsip-perinsip asuhan keperawatan kepada pasien, keterampilan yang baik dan dapat membantu penyelesaian suatu masalah dalam organisasi.
Budaya dalam suatu organisasi bukan sesuatu yang mudah untuk diubah dalam waktu sesaat, tetapi kita percaya bahwa kita akan bekerja dengan lingkungan dan individu yang mempunyai budaya yang berbeda. Keadaan ini penting unyuk diperhatikan mengingat perubahan suatu budaya dalam menejemen adalah aspek yang penting pada proses perubahan yang efektif.
Teknologi merupakan komponen ketiga dalam praktik komunikasi yang efektif. Komunikasi interpersonal dan secara organisasi sering memerlukan suatu perantara, yang disebut teknologi elektronik dan penggunaan media yang akan sangat bermanfaat di massa yang akan datang. Setiap suatu perubahan di rumah sakit harus selalu didukung oleh perencanaan HIS (Health Information System) yang efektif komunikasi melalui teknologi akan selalu dipantau dan dievaluasi pada setiap tahap proses perubahan.











 




BAB III






TUJUAN :
Peningkatan struktur kesehatan pasien dan organisasi dalam meningkatkan kepuasan pasien dan perawat.
PENCAPAIAN :
1.       Struktur implementasi fokus pada pasien.
2.       Strutur srtategi management strategis dalam implementasi
3.       Struktur atau bagan
 
 














PENUTUP
KESIMPULAN
Komunikasi adalah suatu pertukaran pikiran, perasaan, pendapat, dan pemberian nasehat yang terjadi antar dua orang ata lebih yang bekerja sama. Proses komunikasi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Dalam prinsip komunikasi Manajer harus dapat melaksanakan komunikasi dengan mengerti struktur organisasi, menjadikan komunikasi sebagai proses yang tak terpisahkan dalam kebijaksanaan organisasi, komunikasi yang sederhana dan tepat, berkomunikasi secara lengkap dan adekuat, meminta umpan balik apakah komunikasi dapat diterima, dan menjadi pendengar yang baik.
Model komunikasi terdiri dari :
1.      Komunikasi tertulis
2.      Komunikasi secara langsung
3.      Komunikasi nonverbal
4.      Komunikasi via telepon
                                     
Aplikasi komunikasi dalam asuhan keperawatan terdiri dari :
1.      Komunikasi saat serah terima (overan)
2.      Wawancara/anamnesis
3.      Komunikasi melalui komputer
4.      Komunikasi tentang kerahasiaan
5.      Komunikasi melalui sentuhan
6.      Dokumentasi sebagai alat komunikasi
Strategi komunikasi dalam praktik keperawatan dirumah sakit ditunjukan secara spesifik melalui strategi perencanaan dan tiga komponen, yaitu struktur, budaya dan teknologi harus mendapat perhatian yang sama.














DAFTAR PUSTAKA
Ø  Arnol,E.,dan K.Boggs.1989.Internasional Relationship: Profesional Communication Skills for Nurses. Philadelpia: W.B. Saunders.
Ø  Marquis, B.L., dan C.J. Huston.1998. Management Decision Making for Nurses: 124 Case Studies. Edisi 3. Philadephila: JB. Lippincott
Ø  Nursalam. 2002. Management Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: Salemba Medika
Ø  Nursalam. 2007. Management Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. Edisi2. Jakarta: Salemba Mediak
Ø  Tappen, R.M. 1995. Nursing Leadership and Management. Edisi3. Philadephila: FA Davis























DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................................................1
BAB I     PENDAHULUAN..............................................................................................................................2
A.    LATAR BELAKANG...................................................................................................2
B.     TUJUAN........................................................................................................................2
BAB II                        TINJAUAN TEORI...................................................................................................................3
A.    Proses Komunikasi.................................................................................................................................3
B.     Prinsip Komunikasi Manajer Keperawatan............................................................................................3
C.     Model Komunikasi.................................................................................................................................4
D.    Aplikasi Komunikasi Dalam Asuhan.....................................................................................................5
E.     Strategi Komunikasi Dalam Praktik Keperawatan.................................................................................6
BAB III          PENUTUP..................................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................................................9


Tidak ada komentar:

Posting Komentar